Archive for September, 2006

SEGELAS SUSU

Tuesday, September 26th, 2006

Clip32 Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun".

"Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda." Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menganganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!.

Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan  menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. "Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.." tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."

KETIKA KITA MEMINTA

Monday, September 25th, 2006

Ketika kita memohon kekuatan pada Allah,

Kita diberikan-Nya kesulitan agar kita menjadi kuat.

Ketika kita memohon menjadi bijaksana pada Allah,

Kita diberikan-Nya masalah agar dapat kita pecahkan.

Ketika kita memohon kesejahteraan pada Allah,

Kita diberikan-Nya akal budi agar kita dapat berpikir.

Ketika kita memohon keberanian pada Allah,

Kita diberikan-Nya situasi yang berbahaya untuk kita atasi.

Ketika kita memohon cinta pada Allah,

Kita diberikan-Nya orang-orang yang bermasalah untuk kita tolong.

Ketika kita memohon bantuan pada Allah,

Kita diberikan-Nya kesempatan lagi untuk kita perbaiki.

Kita tak pernah menerima apa yang kita pinta,

Tapi kita menerima segala apa yang kita butuhkan.

TENTANG CINTA

Monday, September 25th, 2006

CINTA yang AGUNG adalah …

Apakah ketika kita menitikkan air mata, Kita MASIH peduli padanya, Apakah ketika dia tidak mempedulikan kita, Kita MASIH menunggunya dengan setia, Apakah ketika dia mulai mencintai orang lain, Kita MASIH bisa tersenyum sembari berkata "Aku turut BAHAGIA untukmu".

Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu, Biarkan hatimu kembali terbang melebarkan sayapnya, Dan terbang ke alam bebas lagi.

Ingatlah …

Bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, Tapi .. ketika cinta itu mati, Kita TIDAK perlu mati bersamanya, Karena orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh, Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, Kita belajar tentang diri kita sendiri, Dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, Itu hanyalah penghargaan abadi, Atas pilihan kehidupan yang telah kita buat.

SAHABAT

Saturday, September 23rd, 2006

Me_nino_1 Sahabat yang selalu tepat waktu,

bisa punya sahabat yang selalu terlambat.

Sahabat yang sangat teratur,

bisa punya sahabat yang tidak pernah punya rencana.

Sahabat yang selalu serius,

bisa punya sahabat yang selalu riang.

Sahabat yang perlu selalu serupa …

mereka tahu cara menikmati perbedaan mereka.

PADA SUATU HARI

Friday, September 22nd, 2006

Lusa sudah puasa,
tak terasa,
waktu telah menambah usia,
tapi aku belum apa-apa,
masih asik menambah dosa,
tenggelam dalam fatamorgana,
penuh kepalsuan belaka,
tapi mengapa,
aku dan kamu betah disana,
seakan tak ingin kehilangan dia,
padahal semua,
jelas-jelas menyeret kita,
masuk dalam pusaran rasa,
masih kita bangga,
dengan dosa kita?
sebentar lagi puasa,
masih kau ada disana,
membaca?
atau sudah tiada?

Madiun, 22 September 2006
Marhaban Ya Ramadhan

HANYA TUNGGU WAKTU

Thursday, September 21st, 2006

Clip06 Pertemuan mungkin belum terjadi,
perpisahan apa lagi,
sehingga semua masih di langit tinggi.

Pertemuan tinggal menunggu waktu,
bisa sekarang, nanti tak siapapun tahu,
sehingga tidak perlu menunggu.

Perpisahan juga akan sampai jua,
walau dipertahankan dengan seluruh jiwa,
sehingga kehidupan jadi tak selesa.

Hanya tunggu waktu sobat,
semua akan tiba merapat,
sehingga timbangan menjadi tepat.

Waktu terus berjalan membawa masa lalu,
biarkan tinggalkan dibangku belakang itu,
sehingga dapat menggapai waktu.

Ah …
menunggu

Madiun, 21 September 2006
Menunggu datang yang lebih baik

PADA MALAM KU BERKATA

Wednesday, September 20th, 2006

Ku bicara pada malam,
bukan karena gelap yang hadir,
karena masih ada bintang berserak,
memedarkan cahaya hidup dan mati.

Ku bicara pada malam,
diantara telisik angin yang menggoyangkan pucuk-pucuk cemara ditepi telaga sarangan,
memberikan suara pemecah kehingan malam.

Masih ada pagi,
karena malam hanya mampir sebentar,
untuk menyapa selamat malam,
agar penat sehari luruh,
bersama jelaga lampu teplok yang melekat di dinding bambu.

Masih ada pagi,
gelap akan berganti terang,
sehingga kau tak perlu risau akan kegelapan,
lebih baik kau rebahkan jasadmu,
serata tanah,
biar auramu terbang melepas penat.

Masih ada pagi sobat,
masih ada harapan terpendam,
biarkan gelap tetap pekat,
agar kita bias melihat terang,
agar kita merasakan syukur karena masih ada terang.

Madiun, 20 September 2006

Ketika sedih mulai sirna

I’M FREE

Tuesday, September 19th, 2006

Do you see what I see, a rainbow shining over us, in the middle of a hopeless storm, sometimes I’m blinded by my feelings, and I can’t see beyond my trouble mind, afraid of what I’ll find, the story of our lives, but there’s tomorrow.

Cause I’m free, I’m free, and things are only as important, as I want them to be, we’ll have a breath of sunshine, when the rain goes away, I pray, I pray

Do you need a friend right now, in the road that you’re going to, if you get lost just call me I’ll be there, Yes I’ll be right there, cause thought I may not have the answers, at least I know what I’m looking for.

Yes I can do without sorrow, there’s a day after tomorrow, so I’m leaving behind.

And if you want to share my dreams, well all you have to do is say it, say it, let me hear you loud and clear, cause I need you if you wanna be, if you wanna be

Do you see what I see, a rainbow shining over us, in the middle of hopeless storm, we’ll be safe and warm

(Jon Secada / Miguel A.Morejon)

TEMBANG

Thursday, September 14th, 2006

Kurangkai kata untuk melukis makna yang ada di dalam hati agar tergores di bianglala sore yang penuh dengan butir-butir air mata menghiasi angkasa jiwa tanpa batas lepas bebas mengapai ujung kain panjang yang terlepas ditinggal sang kekasih melayang menembus awan-awan yang sedang berkejar-kejaran ke ufuk senja meninggalkan butiran air mata yang pelan perlahan kemudian membeku.

Masihkah cukup kata untuk menyelesaikan lukisan hidup yang tersisa sepenggalan jalan berbatu berliku turun naik dan curam disisi tebing-tebing siap menangkap daun-daun yang terlepas dari dinding-dinding tulang dada meluncur turun dengan deras seakan mencoba melawan rasa sakit ditinggal dan tetap berusaha untuk terus tegak setegaknya sementara butir air diatas daun ikut luruh bersama sang waktu.

Tembang kenangan dipukul terakhir menutup episode satu kisah yang dipancarkan dari layar tancap di kampung sebelah bukan karena hari kemerdekaan tapi hanya untuk menandai bahwa semua sudah usai dan layarpun digulung pelang untuk dibentangkan lagi dari satu tempat ke tempat lain tanpa menyadari layar telah basah oleh butir-butir embun subuh menyongsong adzan dan kemudian aku pun luruh.

Tau ga .. tembang itu kita tiada karena baterai tape recorder usang sudah tidak bertenaga lagi. Diam hening. Sebening malam ini. Sepi. Tapi aku merasa seluruh sendi hidupku kembali bergairah. Ah .. tak mengerti apa yang dikatakan, karena sudah tak cukup kata lagi untuk melukiskan hati ini.

Madiun, tengah malam, sudah setengah bulan berlalu tanpanya

TERBANG MELAYANG BEBAS LEPAS

Thursday, September 14th, 2006

Biar kusebut namamu pelan-pelan,
agar angin tak kembara menyampaikan,
karena kamu sudah tak ingin,
meniti rajutan kenangan.

Biar ku pendam dalam-dalam,
ketika matahari mulai tenggelam,
menyeret masuk cerita kelam,
bersama detik waktu yang silam.

Hai … engkau yang sudah berada disana,
bercengkrama dengan waktu barumu,
meninggalkan kejadian tak diyana,
seperti tanpa dosa disodetan alismu.

Memang terbaik buat kita berdua,
karena memang tak pernah ada kata sama,
dalam dua dunia yang berbeda,
memang sudah harus kita berpisah.

Seperti melukis diatas kanvas,
yang hanya ada ceceran ampas,
warnanya pudar tak berbekas,
kemudian menjadi barang bekas,

Masih saja ada sesak di dada,
seakan tidak mau menerima,
tapi mau apa dikata,
kalau memang terbaik buat kita?

Madiun, 14 September 2006